Islam Sebagai Tradisi

Mari kita renungi sejenak tentang keyakinan Islam kita hari ini, mari menakar orsinilitas keIslaman yang telah kita yakini sebagai pedoman hidup. betulkah Islam adalah agama paling benar dan terbaik sebagai satu keyakinan? kalau iya apa alasan untuk membenarkan jawaban demikian?

Pertanyaan ini mengigatkan kita pada kisah Ibrahim yang masih sangat belia yang mencoba mempertanyakan hakikat KeberTuhanannya. Ibrahim bertanya, betulkah matahari adalah Tuhan, Ibrahim ragu sebab bila senja matahari tenggelam di horison, lalu Ia kembali mempertanyakan bulan namun bulan juga menghilang ketika pagi. Mungkinkah Tuhan menghilang?

Bagaimana dengan penganut agama lain, bukankah mereka juga akan merasa demikian, tapi seperti apa alasannya? tentu mereka juga punya pendapat tertentu.

Mungkin kita sangat beruntung terlahir dari orang tua muslim, sehingga kemusliman kita given tanpa penelusuran kritis. Dibentuk dari sejak kanak-kanak dan menjadi muslim yang egois yang tidak bisa memberi argumentasi yang kuat melainkan tampil sebagai muslim yang sangar dan berwajah garang disertai kekerasan ketika fundamental keyakinannya dipertanyakan.

Bagaimana bila kita terlahir dalam keluarga nonmuslim? apakah ada peluang untuk menjadi seorang muslim? kalau iya, apa jaminan yang memungkinkan itu?

Keyakinan kebanyakan manusia adalah sebuah tradisi turun temurun dari nenek moyang, dan salah satunya mungkin anda. Bila terlahir dari orang tua muslim sudah pasti anda adalah orang yang beruntung jika agama yang paling benar adalah Islam.

Bila Islam adalah agama yang paling benar, bagaimana dengan mereka yang tidak terlahir dari keluarga muslim? apa karena mereka belum mendapat hidayah?

Apakah Tuhan diskriminatif dalam memberi hidayah pada mahluknya?

Sudahkah anda mempertanyakan kembali keyakinan yang anda dapatkan dari orang tua, ustad, atau ulama anda? atau anda menganggap tidak penting karena agama adalah budaya atau tradisi?

2 comments

  1. salam…
    wah setuju banget dengan tulisannya Mr.RC.Tapi seperti halnya rejeki, hidayah juga Allah berikan pada makhluk sebagai “hadiah” dengan takaran yang tidak sama atau bagi orang awam yang tak paham biasa mereka sebut dengan ketidak adilan karena di dunia ini ada orang jahat yang kaya raya sementara orang miskin biasanya satu paket dengan tampang yang ga oke plus sedikit alim… Tapi itulah kehidupan… Banyak jawaban yang bisa orang kemukakan mengapa di dunia ini ada si kaya dan si miskin, ada agama A dan agama B.
    Seperti orang miskin yang harus berusaha sendiri mencari rejeki,karena mereka terlahir di keluarga miskin demikian pula nonmuslim harus berupaya sendiri mencari hidayah karena mereka terlahir di keluarga nonmuslim.

    Suka

  2. Suatu keberuntungan jika kita dilahirkan dalam keluarga muslim. Sebenarnya juga tidak bisa menjamin kita mempunyai keyakinan yang kuat akan Islam itu sendiri. Walaupun kita sekarang Islam, tapi siapakah Tuhan kita? Allah atau hal2 yang sifatnya duniawi? bisa jadi harta, wanita dan tahta…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s