Ditulis oleh arsyi pamma di/pada Juni 5, 2008
Mari kita renungi sejenak tentang keyakinan Islam kita hari ini, mari menakar orsinilitas keIslaman yang telah kita yakini sebagai pedoman hidup. betulkah Islam adalah agama paling benar dan terbaik sebagai satu keyakinan? kalau iya apa alasan untuk membenarkan jawaban demikian?
Pertanyaan ini mengigatkan kita pada kisah Ibrahim yang masih sangat belia yang mencoba mempertanyakan hakikat KeberTuhanannya. Ibrahim bertanya, betulkah matahari adalah Tuhan, Ibrahim ragu sebab bila senja matahari tenggelam di horison, lalu Ia kembali mempertanyakan bulan namun bulan juga menghilang ketika pagi. Mungkinkah Tuhan menghilang?
Bagaimana dengan penganut agama lain, bukankah mereka juga akan merasa demikian, tapi seperti apa alasannya? tentu mereka juga punya pendapat tertentu.
Mungkin kita sangat beruntung terlahir dari orang tua muslim, sehingga kemusliman kita given tanpa penelusuran kritis. Dibentuk dari sejak kanak-kanak dan menjadi muslim yang egois yang tidak bisa memberi argumentasi yang kuat melainkan tampil sebagai muslim yang sangar dan berwajah garang disertai kekerasan ketika fundamental keyakinannya dipertanyakan.
Bagaimana bila kita terlahir dalam keluarga nonmuslim? apakah ada peluang untuk menjadi seorang muslim? kalau iya, apa jaminan yang memungkinkan itu?
Keyakinan kebanyakan manusia adalah sebuah tradisi turun temurun dari nenek moyang, dan salah satunya mungkin anda. Bila terlahir dari orang tua muslim sudah pasti anda adalah orang yang beruntung jika agama yang paling benar adalah Islam.
Bila Islam adalah agama yang paling benar, bagaimana dengan mereka yang tidak terlahir dari keluarga muslim? apa karena mereka belum mendapat hidayah?
Apakah Tuhan diskriminatif dalam memberi hidayah pada mahluknya?
Sudahkah anda mempertanyakan kembali keyakinan yang anda dapatkan dari orang tua, ustad, atau ulama anda? atau anda menganggap tidak penting karena agama adalah budaya atau tradisi?
Ditulis dalam Islamic Discourse | 1 Komentar »
Ditulis oleh arsyi pamma di/pada Juni 4, 2008
Tiba-tiba saja aku merasakan
Semua benda di sekelilingku menjadi hidup
Tak ada yang mati bahkan tak ada yang diam
Batu-batu hidup dan berdzikir
Air yang menetes hidup dan berdzikir
Udara yang kuhirup hidup dan berdzikir
Cahaya matahari hidup dan berdzikir
Desah angin hidup dan berdzikir
Gunung-gunung hidup dan berdzikir
Lautan hidup dan berdzikir
Kutoleh semua benda di sekelilingku
Hidup, berdzikir, berdzikir dan berdzikir
Aku terperangah
Ternyata bumiku tak ada yang diam,
Tak ada yang mati
Ku tatap langit
Tiba-tiba seluruh gemintang hidup dan berdzikir
Bulan, planet dan galaksi pun hidup dan berdzikir
Dzikir-dzikir itu terus menggema
Membumbung tinggi menembus segala batas
Bergelora di seluruh penjuru cakrawala
Berpusar-pusar menuju Arsyi yang Maha Agung
Berjuta-juta malaikat
Menyambut pusaran dzikir itu
Lalu kemudian lebur dalam harmoni
Bias cahaya yang membuncah luar biasa indahnya
Bias cahaya itu memenuhi seluruh horizon
Penglihatanku menyambar kesadaranku
Aku larut dalam harmoni abadi yang tak kumengerti
Tiba-tiba aku lenyap dalam bias cahaya
Larut dalam dzikir yang bergelora Lebur dalam gerakan tiada batas
Terus berpusar menuju Arsyi Sang Maha perkasa Allah Azza wajalla
(From the book of DZIKIR TAUHID)
Ditulis dalam Islamic Discourse | Leave a Comment »
Ditulis oleh arsyi pamma di/pada Mei 17, 2008
| Friday, 16 May 2008 |
| Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam laporannya mengkritik kebijakan larangan berjilbab di sekolah, kantor pemerintahan dan pusat pendidikan di Prancis. Seperti dilansir kantor berita Mehr, Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam laporannya yang dirilis hari Kamis mengkritik pelaksanaan aturan larangan berjilbab di sekolah-sekolah Prancis, penghinaan terhadap jilbab dan tidak adanya kebebasan bagi wanita Muslim yang mengenakan jilbab di luar sekolah dan kantor pemerintahan.Prancis adalah salah satu negara Eropa dengan populasi warga Muslim cukup besar. Jumlah warga Muslim di negara Eropa ini ditaksir antara 6 hingga 7 juta jiwa. Tahun 2004, di Prancis disahkan undang-undang yang melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah dan kantor pemerintahan. Akibatnya banyak pelajar Muslimah Prancis yang memilih bersekolah di negara-negara lain atau di sekolah swasta agar dapat mempertahankan jilbab yang diwajibkan Islam kepada wanita Muslimah.
Sumber: http://indonesian.irib.ir |
Ditulis dalam Islamic Discourse | 2 Komentar »