]]IndiPress[[

Not For Sale

Arsip untuk ‘Cinta’ Kategori

Rinduku Ya Rasulullah

Ditulis oleh arsyi pamma di/pada Mei 31, 2008

Sore ini meresap dalam-dalam. Kudiam, lalu kucoba merenungi setiap langkah yang terjejak. Mengurai kembali ingatan yang hampir beku. Ingin menggali kembali semangat hidup yang tertimbun oleh kesibukan-kesibukan, tersamari oleh deras arus kehidupan yang mengencang, hingga rasanya aku rapuh dan sayu menatap kecerahan cahaya hidup. Ya Rabbana…ampuni dosa-dosaku. Aku sering melanggar perintahMu seolah Engkau tak melihatku, mengabaikan kewajibanku seolah aku ingin menentangMu. Ya Ilahi..ya Rabb…Ya Rabb.

Ya Muhammad Al-mustafa…Ya Sayyidina…Ya Rasulullah salawat senantiasa untukmu dan Keluargamu, aku tidak ingin kecintaanku kepadamu merenggang hanya karena ketidakuatanku merefleksikan cahayamu ke dalam kalbuku.

Mungkin aku tidak berbakat untuk menjadi pengikut terbaikmu, tapi telah kutanamkan pada hatiku janji setiaku dan cintaku untukmu walau secuil. Aku Rindu Ya Rasulullah…. Allahumma Shalli ala Muhammad wa alihi Muhammad.

Wassalam

Ditulis dalam Cinta | Leave a Comment »

Filosofi Cinta

Ditulis oleh arsyi pamma di/pada Mei 26, 2008

Dalam sebuah hikayat yang tergolong populer menceritakan tentang seorang raja yang bingung melihat tingkah laku Qays Majnun. Qays Majnun yang ekstase dalam kejatuh-cintaannya kepada seorang perempuan yang bernama Layla. Suatu hari raja kemudian bertanya kepada Majnun. “apa gerangan yang membuatmu jatuh cinta kepada seorang perempuan gemuk, pendek, hitam dan berambut keriting”? ternyata parameter kecantikan raja saat itu tidak berbeda dengan standarisasi media kekinian yang beroposisi biner dengan semua diatas seperti langsing, putih,tinggi, dan berambut lurus. Majnun lalu berkata”wahai raja…sekiranya engkau duduk di bola mataku maka tak ada yang lain selain kecantikan Layla.

Lantas apa sebenarnya maksud dari Majnun berkata demikian? saya juga tidak tahu pasti. tapi saya punya pandangan lain tentang menilai cantik terhadap seorang gadis yang tidak sekedar menjatuhkan pilihan berdasarkan pandangan fisik semata. Dulunya saya dengan mudahnya mengatakan cinta kepada seorang perempuan cantik perpektif raja tanpa mengekplorasi sisi lain dari si perempuan tersebut. maka akhirnya perasaan kecewa hadir ketika cantiknya itu tidak mewakili idealitas kecantikan secara holistik.

Suka Versus Cinta

Antara suka dan cinta seringkali tak dapat dibedakan. Dalam falsafah cinta, suka adalah terminologi yang hadir karena ada sensasi inderawi hingga menimbulkan ketertarikan terhadap hal-hal yang sifatnya material dan kebendaan. Sementara cinta adalah rasa yang hadir berkaitan dengan hal-hal yang metafisik misalnya kebaikan, kesetiaaan, punya rasa malu, dan lembut. Ungkapan cinta kebanyakan lelaki yang ternyata adalah rasa suka sering terlontar dari bibirnya tanpa ada verifikasi karena ketidaktahuan membedakan keduanya.

Yang terpenting dari esensi keduanya adalah menyangkut orientasi yang semakin berbeda, Suka berorientasi pada kepemilikan, kenikmatan dan manfaat dari objeknya. dengan kata lain “aku adalah raja dan aku ingin dilayani, akan tergambar egoitas yang menyertai pada perasaan yang satu ini, jadi bila keduanya ngotot ingin saling dilayani maka yakin keharmonisan akan sulit tercapai sebab keduanya ingin menjadi raja. kesukaan kita terhadap sesuatu misalnya handphone akan senantiasa mendorong kita memiliki dengan cara membeli atau bahkan seorang pencuri berani merampasnya dari orang lain. namun benda tersebut akan kita simpan atau membuangnya bilamana tidak lagi memberi manfaat dan kesenangan kepada tuannya.

Ada berbagai macam masalah yang sering timbul dari dua insan yang saling “mencinta” dan pada akhirnya memutuskan untuk berpisah hanya karena secara fisikal salah satu dari keduanya mengalami perubahan, kulit yang mengeriput, rambut yang beruban, badan tegap menjadi bungkuk. Dengan degradasi fisik yang seketika maupun termakan usia ini ikut menyertai perubahan tersebut. dimana logika suka adalah manfaat dan kenikmatan maka salah satu dari kedua insan akan mencampakkan pasangannya ketika ada yang kurang atau hilang.

Orinetasi cinta lebih mengarah kepada hasrat untuk mensucikan, melindungi, dan berkhidmat hingga terjadi peleburan ego. tak ada yang merasa ingin dilayani melainkan saling ingin melayani, keduanya ingin menjadi budak terhadap yang lainnya, titik ekstrim cinta sampai pada “apa kata sang kekasih maka itulah yang terbaik”. Cinta hanya bisa teringkari ketika sang kekasih tidak lagi patuh pada kebaikan,kesucian, kelembutan, moralitas dan khususnya spiritualitas yang menjadi pijakan cinta itu sendiri. Cinta adalah sikap alturistik, pengorbanan tanpa pamrih atau balasan. tak ada motif dan kemunafikan melainkan mengejawantah sebagai konsekuensi logis dari rasa cintanya.

Rasa suka tanpa dibarengi rasa cinta sekedar menghasilkan kehampaan dan kekeringan jiwa, tidak ada keteduhan yang akan mengabadikan sebuah interaksi dua jiwa. Tidak hanya sebatas itu, cinta juga mampu menghantarkan kita untuk mencintai kekasih-kekasih Tuhan seperti Nabi, para waliyullah, ulama, orang tua, dan saudara kita. Dan yang lebih universal adalah cinta pada kemanusian dan alam.

Gaya Tarik dan Gaya Tolak

Cinta lebih jauh dipahami sebagai harmoni atau keselarasan dari dua mahluk yang berbeda namun tidaklah bertentangan melainkan saling membutuhkan. Antara lelaki dan perempuan adalah dua jiwa dan raga yang saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. lelaki cenderung pada rasionalitas sementara perempuan cenderung dominan pada perasaan. Lelaki tampak perkasa dan maskulin lalu perempuan terasa lembut dan dan feminin. Dalam khazanah Tao dikenal istilah Yin dan Yang, dua aspek yang berbeda namun saling melengkapi untuk menjadi satu bulatan bentuk yang utuh, dalam khazanah sufisme islam, ada istilah Jalaliya dan jamaliya. Jalal adalah dimensi Tuhan yang mewakili keagungan, ketegasan, bahkan kemurkaannya, sementara jamaliyah adalah sifat Tuhan yang termanifestasi kepada perempuan seperti, pengampun, pengasih, dan penyayang. Kekuatan tanpa kelembutan akan melahirkan kekerasan sebaliknya kelembutan tanpa kekuatan akan melahirkan kelemahan. Dua kutub yang saling tarik-menarik dan mengalami harmonisasi menuju penyatuan.

Prinsip keseimbangan ini juga terjadi pada matahari dan bumi, dimana bumi berotasi mengelilingi matahari pada porosnya dengan jarak yang sangat ideal sehingga tercipta keseimbangan kosmos. Sekiranya matahari bergeser mendekati matahari maka panas bumi akan meningkat drastis sebaliknya bila bumi bergerak menjauhi matahari maka suhu dingin akan berlebihan.

Benci dan Cemburu

Benci merupakan gaya tolak yang berangkat dari kerangka idealitas seseorang. Kebencian seorang pecinta terhadap kekasihnya karena sifat dan perbuatannya tidak lagi merefleksikan nilai-nilai moralitas atau agama maka akan membawa energi positif bagi keduanya. Sebab melindungi sebagai asas cinta, tentu membuat sang pecinta tak ingin kekasihnya larut dalam kesalahan dan dosa sehingga reaksi benci demikian bagian dari cinta. Demikian juga dengan cemburu adalah bagian dari fitrah alamiah manusia. Namun demikian harus ada parameter yang jelas seperti nilai moralitas dan agama yang melandasi cemburu seseorang agar cemburunya bukan cemburu buta.

Kesimpulan

Sebenarnya saya tidak mampu menyimpulkan falsafah cinta, karena ada ketakutan membatasi makna cinta yang lebih agung nan luhur. Pernyataan-peryataan cinta saya diatas hanya sekedar hasil pengembaraan saya dalam dunia cinta dan percintaan, setidaknya dengan apa yang saya pahami ini telah saya implementasikan kepada beberapa perempuan, dan hasilnya tidak mengecewakan, kearifan cinta telah membuat kekasih-kekasihku takluk hatinya, redam egonya. Selamat bercinta

Ditulis dalam Cinta, Opini | 9 Komentar »