Duka Ibu Pertiwi
Ditulis oleh arsyi pamma di/pada September 12, 2008
Digenangan darah dan air mata
ibu pertiwi berkuyup duka
orang mengira kita tlah merdeka
sebenarnya penindasan masih bertahta
pertiwi
tanahmu telah dikeruk
hutannmu telah digundul
lautmu telah dicemari
apalagi yang mesti dibanggakan hati
merasa asing dinegri sendiri
namun siapa yang peduli
masa depan kita hanya mimpi
anak harammu hanyalah penjilat
anak harammu hanyalah pendusta
jangan sembunyikan sedihmu
jangan nampakkan senyummu
karna itu membuatku pilu[]
Kolaka, 25 juli 2007
(puisi tercecer)
Dedicated for all kolaka town people
